Kembali ke antrean

Proyek #cmscpfhc

Siap dirender

Hasan Nasbi Puluhan tahun Meneliti Tan Malaka!

1:03:13 · YouTube

Pratinjau

51:00 – 51:45

“Bung Karno menyerahkan kepemimpinan Republik kepada Tan Mala”

Gaya subtitle

Peta highlight · 1:03:13 total

51:00
17:15
18:00
50:15
54:00
56:15
00:00
03:35
11:15
12:45
15:45
23:15
35:15
37:30
43:30
45:00
45:45
47:15
48:45
49:30
51:45
53:15
55:30
57:00
59:15
1:01:30
04:30
06:45
07:30
15:00
16:30
18:45
19:30
21:45
24:00
26:15
27:00
28:30
29:15
30:45
33:45
34:30
36:00
36:45
39:00
42:45
44:15
48:00
52:30
54:45
58:30
02:15
06:00
08:15
09:00
09:45
12:00
13:30
20:15
21:00
22:30
24:45
27:45
30:00
31:30
32:15
38:15
39:45
40:30
41:15
46:30
57:45
1:00:00
1:00:45

Kandidat klip (74)

51:00–51:4510.0

Bung Karno menyerahkan kepemimpinan Republik kepada Tan Malaka lewat Testamen Politik rahasia.

kontroversial
17:15–18:009.0

Pidato fenomenal Tan Malaka di Komintern 1921: Revolusi di Indonesia harus bersatu dengan Islam.

insight
18:00–18:459.0

Muso kembali ke Jakarta tahun 1945 menyatakan ingin menggantung Tan Malaka karena dituduh Trotskis.

kontroversial
50:15–51:009.0

Detik-detik Bung Karno jiper dan gemetar saat berhadapan langsung dengan Tan Malaka.

kontroversial
54:00–54:459.0

Syahrir menantang Tan Malaka: 'Kalau dapat 5% pengaruh Soekarno di Jawa, kita gulingkan!'

kontroversial
56:15–57:009.0

Strategi Soekarno memeluk Jenderal Soedirman untuk membelotkan dukungan dari Tan Malaka.

kontroversial
00:00–00:188.0

Teaser yang memperlihatkan Bung Karno gemetar dan jiper saat bertemu Tan Malaka sangat memancing rasa penasaran.

kontroversial
03:35–04:208.0

Mitos lokal tentang Tan Malaka yang dianggap orang sakti bisa berubah rupa menjadi harimau.

insight
11:15–12:008.0

Fakta Tan Malaka sudah menulis konsep 'Naar de Republiek Indonesia' tahun 1925 sebelum Sumpah Pemuda.

insight
12:45–13:308.0

Sensor sejarah: pemikiran politik kiri dan Tan Malaka dicabut secara sistematis dari buku perkuliahan.

kontroversial
15:45–16:308.0

Fakta mengejutkan Tan Malaka pernah mencalonkan diri sebagai caleg parlemen Belanda tahun 1922.

insight
23:15–24:008.0

Kisah apes Tan Malaka 'dititip' jabatan ketua PKI hanya untuk ditangkap polisi rahasia Belanda.

lucu
35:15–36:008.0

Kritik terhadap pola pikir mistis: Bencana alam bukan karena diruwat atau kutukan Ratu Selatan.

kontroversial
37:30–38:158.0

Tan Malaka mengkritik ajakan damai Gandhi: Bangsa besar tidak bisa melawan penjajah dengan pasif.

kontroversial
43:30–44:158.0

Pernyataan menohok: 'Tan Malaka akan menangis dalam kubur kalau kamu begini.'

kontroversial
45:00–45:458.0

Fakta Tan Malaka hadir di Lapangan Ikada saat Proklamasi tanpa membuka identitasnya.

insight
45:45–46:308.0

Keteguhan Tan Malaka memilih melajak tanpa pasangan demi komitmen utuh pada revolusi.

emosional
47:15–48:008.0

Kisah cinta Tan Malaka dengan pendiri PMI Joe Abdurrahman yang kandas demi revolusi.

emosional
48:45–49:308.0

Saran membaca buku 'Dari Penjara ke Penjara' untuk jatuh cinta pada jiwa heroik Tan Malaka.

insight
49:30–50:158.0

Pernyataan berani: Tak ada tokoh Indonesia yang lebih besar pemikirannya dibanding Tan Malaka.

kontroversial
51:45–52:308.0

Bung Hatta menolak kepemimpinan tunggal Tan Malaka karena khawatir Republik menjadi diktatur.

kontroversial
53:15–54:008.0

Tan Malaka mengajak Syahrir menggulingkan Bung Karno karena dianggap penjahat perang.

kontroversial
55:30–56:158.0

Puncak kejayaan politik Tan Malaka memimpin Persatuan Perjuangan dan menumbangkan kabinet Syahrir.

insight
57:00–57:458.0

Siasat cerdik Bung Hatta & Soekarno membagi kursi kabinet untuk memecah koalisi Tan Malaka.

insight
59:15–1:00:008.0

Dampak membaca Madilog: Pola pikir akan berubah total, baik setuju maupun tidak setuju.

insight
1:01:30–1:02:158.0

Sindiran tajam untuk SJW yang menilai Indonesia menggunakan tolok ukur filsafat penjajah.

kontroversial
04:30–05:157.0

Fakta sejarah propaganda Jepang yang menciptakan Tan Malaka palsu untuk membodohi masyarakat.

insight
06:45–07:307.0

Kekaguman Buya Hamka terhadap buku Madilog karya tokoh kiri Tan Malaka.

insight
07:30–08:157.0

Penjelasan Tan Malaka melihat Islam sebagai gerakan pembebasan di luar konteks perwahyuan.

insight
15:00–15:457.0

Peran vital peneliti Belanda Harry Poeze dalam merekonstruksi utuh sejarah Tan Malaka.

insight
16:30–17:157.0

Penyusuran Harry Poeze keliling dunia mencari bukti pidato Tan Malaka di Komintern.

insight
18:45–19:307.0

Karya Tan Malaka yang ditulis di luar negeri menjadi bacaan wajib tokoh Menteng 31 dan Soekarno.

insight
19:30–20:157.0

Tan Malaka menolak pemberontakan PKI 1926 karena belum siap dan dianggap cari mati.

kontroversial
21:45–22:307.0

Tan Malaka mendirikan sekolah percontohan Serikat Islam sebelum terlibat kepemimpinan partai.

insight
24:00–24:457.0

Tan Malaka memilih dibuang ke Belanda ketimbang Flores, lalu memilih berpolitik di sana.

insight
26:15–27:007.0

Gagasan awal Tan Malaka tentang struktur negara berbasis Soviet tanpa partai politik.

insight
27:00–27:457.0

Kritik Tan Malaka terhadap Trias Politika yang dianggap membuka celah bagi kaum modal.

kontroversial
28:30–29:157.0

Contoh penerapan sistem Soviet di Tiongkok dan Vietnam sebagai negara tanpa parlemen ala Barat.

insight
29:15–30:007.0

Pandangan ideologi kiri: Demokrasi bukan sekadar bebas berpendapat, melainkan kesejahteraan bersama.

insight
30:45–31:307.0

Konsep merdeka ala Tan Malaka: Bebas dari kebodohan, feodalisme, dan belenggu mistik.

insight
33:45–34:307.0

Pujian pada buku Madilog yang dinilai masih sangat canggih sebagai cara berpikir ilmiah.

insight
34:30–35:157.0

Pentingnya bab Logika dan Mistik dalam buku Madilog untuk melatih cara berpikir.

insight
36:00–36:457.0

Pentingnya memisahkan tradisi ritual budaya dari cara berpikir scientific materialisme.

insight
36:45–37:307.0

Esensi Madilog bukan menghafal hasil, melainkan memahami proses cara berpikir runtut.

insight
39:00–39:457.0

Gagasan Tan Malaka membagi dunia menjadi kesatuan regional besar agar tidak saling perang.

insight
42:45–43:307.0

Kritik kecenderungan masyarakat Indonesia yang harus mengagumi seseorang secara fanatik mutlak.

insight
44:15–45:007.0

Sisi kesepian Tan Malaka selama 20 tahun yang membentuk pemikiran jernih tanpa kompromi.

emosional
48:00–48:457.0

Sikap sopan Tan Malaka pada perempuan dibandingkan pejuang lain yang sering 'gratilan'.

lucu
52:30–53:157.0

Dinamika politik Sutan Syahrir membujuk Tan Malaka memimpin partai sosialis.

insight
54:45–55:307.0

Kekacauan era revolusi ketika laskar-laskar partai politik saling menculik lawan politik.

kontroversial
58:30–59:157.0

Buku 'Gerpolek' Tan Malaka yang menjadi pegangan taktik perang gerilya Jenderal AH Nasution.

insight
02:15–03:006.0

Pengakuan narasumber yang menjadi sekretaris peneliti Harry Poeze memberikan kredibilitas latar belakang pembahasan.

insight
06:00–06:456.0

Kisah unik diberi buku Tan Malaka oleh pacar dan istilah sapioseksual.

lucu
08:15–09:006.0

Pencarian buku Tan Malaka di tahun 1999 dan peran Komunitas Bambu.

insight
09:00–09:456.0

Gaya bahasa bertutur Melayu Tinggi tulisan Tan Malaka yang enak dibaca orang Sumatra.

insight
09:45–10:306.0

Analisis budaya kenapa tulisan Tan Malaka mudah dipahami Minang tapi sulit bagi luar Minang.

insight
12:00–12:456.0

Perjalanan narasumber mengumpulkan literatur Tan Malaka hingga memutuskan menulis skripsi.

insight
13:30–14:156.0

Perjuangan berburu fotokopi tulisan Tan Malaka di era transisi Orde Baru.

insight
20:15–21:006.0

Kegagalan pemberontakan 1926 dan pendirian partai PARI oleh tiga orang asal Padang.

insight
21:00–21:456.0

Aktivis non-kooperatif era 1940-an yang memegang manifesto tulisan Tan Malaka.

insight
22:30–23:156.0

Perpecahan Serikat Islam dan tindakan pemogokan yang memicu melarikan dirinya para tokoh.

insight
24:45–25:306.0

Pendidikan Tan Malaka yang dibiayai ikatan beasiswa dan iuran warga kampungnya.

emosional
27:45–28:306.0

Model gagasan tata negara efisien tanpa perebutan kekuatan politik antar partai.

insight
30:00–30:456.0

Perbandingan diktatur proletariat Tiongkok vs penurunan demokrasi di Amerika.

insight
31:30–32:156.0

Penjelasan gambaran utopia masyarakat tanpa uang dan tanpa kelas.

insight
32:15–33:006.0

Proses bertahap evolusi ideologi Marxisme hingga menciptakan masyarakat tanpa kelas.

insight
38:15–39:006.0

Penjelasan mengapa logika ilmu pengetahuan materialisme dialektika dibutuhkan bangsa.

insight
39:45–40:306.0

Analogi 'anjing besar tidak saling menggigit' untuk mencegah peperangan antarnegara.

insight
40:30–41:156.0

Kritik atas sistem demokrasi modern yang penuh perpecahan internal.

insight
41:15–42:006.0

Pandangan Tan Malaka bahwa Trias Politika adalah sistem paling bobrok.

kontroversial
46:30–47:156.0

Sindiran narasumber pada aktivis masa kini yang sudah tidak memikirkan revolusi setelah menikah.

lucu
57:45–58:306.0

Pembahasan konsep Front Nasional tanpa partai politik ala Tan Malaka.

insight
1:00:00–1:00:456.0

Kritik narasumber terhadap ketergantungan Indonesia pada filsafat Barat dibanding meragukan filsafat sendiri.

insight
1:00:45–1:01:306.0

Penjelasan filsafat Minangkabau yang berlandaskan logika kejadian alam nyata.

insight

Klip hasil render — 51/51 siap

0s–18s

Unduh

215s–260s

Unduh

270s–315s

Unduh

405s–450s

Unduh

450s–495s

Unduh

675s–720s

Unduh

765s–810s

Unduh

900s–945s

Unduh

945s–990s

Unduh

990s–1035s

Unduh

1035s–1080s

Unduh

1080s–1125s

Unduh

1125s–1170s

Unduh

1170s–1215s

Unduh

1305s–1350s

Unduh

1395s–1440s

Unduh

1440s–1485s

Unduh

1575s–1620s

Unduh

1620s–1665s

Unduh

1710s–1755s

Unduh

1755s–1800s

Unduh

1845s–1890s

Unduh

2025s–2070s

Unduh

2070s–2115s

Unduh

2115s–2160s

Unduh

2160s–2205s

Unduh

2205s–2250s

Unduh

2250s–2295s

Unduh

2340s–2385s

Unduh

2565s–2610s

Unduh

2610s–2655s

Unduh

2655s–2700s

Unduh

2700s–2745s

Unduh

2745s–2790s

Unduh

2835s–2880s

Unduh

2880s–2925s

Unduh

2925s–2970s

Unduh

2970s–3015s

Unduh

3015s–3060s

Unduh

3060s–3105s

Unduh

3105s–3150s

Unduh

3150s–3195s

Unduh

3195s–3240s

Unduh

3240s–3285s

Unduh

3285s–3330s

Unduh

3330s–3375s

Unduh

3375s–3420s

Unduh

3420s–3465s

Unduh

3510s–3555s

Unduh

3555s–3600s

Unduh

3690s–3735s

Unduh